

Heligoland, Germany
(by KaiKoPhoto)
kalau semua orang mikirnya politik kotor, yah kita sama aja kaya mengutuk kegelapan dan tidak mau nyalain lilin..
saya boleh galau ga? boleh ga? boleh kan? boleeeh… ![]()
ini sudah jam 1.17 am. sepagi ini bukan saya belom tidur, justru karena udah tidur dari jam setengah delapan :p
ngemeng-ngemeng soal galau.. jam-jam segini emang mantap buat menggalau. kenapa? satu, karena sepi. kedua, karena sendiri. ketiga, karena hening. keempat, karena ga ada siapa-siapa selain kita. iya intinya karena SEPI. apalagi malam ini, saya hanya ditemani suara hujan dan musik yg bikin tambah galau.
NAH LOOHH… jangan suudzon.
maksud saya nulis ini emang mau bikin galau, tapi untuk hal lain
-nanti terusin lagi.
sekarang saya lagi baca blog-blog anak 2010. mereka menulis tentang tujuan hidup mereka.. rasanya saya jadi bisa menyelami diri mereka #sotoy!
teringat beberapa tahun lalu ketika aku hanya punya tujuan bahagia dunia dan akhirat……. coba: bahagia dunia dan akhirat. apa? bahagia teh gimana?? kalo tukang becak ditanya bahagia ketika apa, dia pasti akan menjawab ketika ada penumpang. ketika dokter ditanya bahagia ketika apa, dia akan menjawab ketika ada pasien yg sembuh dari sakitnya. ketika peneliti ditanya bahagia ketika apa, dia akan menjawab ketika bisa risetnya terbukti. nah, jadi bahagia itu apa dong??? dunia? akhirat? apa? yang jelas dong! pikirku.
hemm, alhamdulillah. makin bertambah usia, saya semakin mengerti meski belum sepenuhnya paham tentang hidup ini. saya makin mengerti bahwa saya ini hanyalah seorang makhluk yang entah kenapa diciptakan. ooh, karena saya tau bahwa Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia maka saya bisa simpulkan bahwa tentu Allah menciptakan saya untuk sesuatu yang bermakna. hmmm… apa itu? ini yang kita cari.
suatu hari saya akan mati, entah saya juga ga tau kapan itu. jadi kalo tujuan kita hanya sekedar mencari predikat S2 saya rasa terlalu cupu.. hidup ini terlalu berharga jika dibandingkan dengan dapet gelar S2… ada hal lain yang jaauuuuh lebih membuat hidup kita berharga? seberharga apa sih idealnya? seberharga kita untuk bisa memperoleh ridho-Nya. apakah itu kecil harganya? TIDAK. justru sangaaaaat besar. dan ini sulit. pasti tambah bingung? maka jawabannya ada di dalam Al Qur’an.
mungkin itulah kenapa Qiyamul Lail itu sangat utama di sepertiga malam terakhir. mungkin karena di waktu ini lah kita bisa menggalau.. maka kata Allah, ingatlah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram (QS Ar Rad: 28). ayo menggalau kepada Allah! ![]()
tau Umar Bin Khattab kan? itu loooh sahabatnya Rasulullah saw.. yang tubuhnya tinggi besar, orangnya berani dan tegas. kalo salah bilang salah kalo betul bilang betul. yang kalo bersin bahkan orang-orang di sekitarnya ikut terjatuh. yang janggutnya menjulur jantan… beliau, menjadi sahabat Rasulullah saw yang paliiiiing cengeng. di malam hari kerjaan beliau itu menangis. menangis di hadapan Allah. meminta maghfiroh-Nya, meminta ridho-Nya…(renungan sedikit.)
…
sebentar lagi Ramadhan. DELAPAN HARI LAGI RAMADHAN WOIII!
apa yang sudah disiapkan????? masa mau biasa-biasa kaya menghadapi bulan januari februari maret april mei juni juli agustus september oktober november desember???! kita senang ketika memasuki bulan kelahiran kita karena bersyukur masih di beri hidup. padahal sama sekali di bulan itu ga ada nilai tambah… kecuali kita bertekad menjadi lebih baik. tapi di bulan itu, bertambahnya usia ga bikin setiap amal kita di usia lebih tua pahalanya lebih banyak kan?? tapi jika Ramadhan yang datang?
bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an. peristiwa apa itu? itu peristiwa besaaaar! jangan dikira hanya semacem peristiwa berojol seorang anak. ah, itu mah kecil. ini peristiwa besar! yang bahkan langit berguncang ketika peristiwa ini datang. hei, denger, langit berguncang! gunung berguncang!! berguncang! Rasul pun gemetaran saking takutnya.. kenapa takut? ini sesuatu yang besar… Al Qur’an itu mukjizat terbesar. amanah terbesar. ia pedoman bagi seluruh umat manusia, pedoman loh. ga ada yang lain, hanya Al Qur’an. kalo kita masih ngerasa biasa-biasa aja, CEK! jangan-jangan kita yang terlalu dangkal, dekil, lusuh imannya sehingga ga bisa merasakan dahsyatnya Al Qur’an.. astagfirullah….
bulan Ramadhan adalah bulan yang mana terdapat malam Lailatul Qadr di salah satu harinya.. apa itu Lailatul Qadr? Malam yang lebih baik dari seribu bulan.. Malam di mana setiap harinya dihitung sebagai amalan ibadah selama seribu bulan (80 tahun-an). Ini kesempatan besaaar. Apakah hanya diraih dengan persiapan seperti nyiapin bulan biasanya? enggak, jangan harap dapet Lailatul Qadr. masih kerasa biasa aja dengan tawawan ini? periksa hati! jangan-jangan ia terlalu kotor untuk menerima tawaran yang suci ini..
JADI gimana?
persiapkan sekarang untuk performa terbaik. persiapkan segala seusuatunya terutama keimanan. rasakanlah… Ramadhan ini bulan keberkahan. bulan yang bahkan ibadahnya hanya kita dan Allah yang tau. ga ada yang tau kan apakah saum kita batal ato ga kecuali kita dan Allah. bulan di mana interaksi dengan Al Qur’an harus dua kali lipat interaksi biasanya! bulan yang diperuntukkan bagi mereka yang inginmakin kuat imannya.. bukan buat yang menye-menye! bukan buat yang baru baca 10 halaman Al Qur’an udah ngantuk dan capek.
wallahu alam bishawwab………………
salam #galau
inget tiga tahun lalu…
your day berlangsung dua hari. duh sebenernya lupa detailnya gimana hehe.. tapi semangatnya masih terdetail di hati :)
masih terngiang orasi kang rihan, kang jaka, kang iwa di gedung indonesia menggugat! rasanya darah telah mengumpul di ubun-ubun siap mengajak tangan dan kaki untuk berjuang melangkah dan bermimpi besar. karena kondisinya ga memungkinkan untuk terjun ke medan juang, jadinya hasrat itu dituliskan pada sehelai kain. “tuliskan, apa mimpimu terhadap bangsa ini?”
ada yang nulis..
“hasnan: 2034 presiden RI”
“menteri pendidikan”
dan lain-lain (sebenernya lupa)
subhanallah, itulah semangat yang terpancar saat itu. bukan di besarnya mimpi, sungguh bukan itu maksud kami menuliskan mimpi. bukan untuk dibaca kemudian dikatakan “keren!”, bukan. tulisan itu, menjadi beban moral bagi kami karena dengan begitu kami masih harus banyak belajar. belajar banyak sekali.
so, dalam posisi apapun anda (kita-red) saat ini, di titik itulah kita sedang dan memang harus belajar. sekarang saya lagi liburan akhir semester, saya berstatus mahasiswa di MRI ITB, saya mendapat amanah di kabinet dan himpunan dan gamais, maka saya sedang dan memang harus belajar dengan itu semua. bukankah semua proses itu dinamakan belajar? apa arti belajar?
jika kita belajar nyetir, kita akan merasa wajar kalo belum tau gimana caranya belok dengan mulus, ngerem ga ngacleng, mundur ga nabrak, ngegas ga kekencengan. wajar kan kalo ternyata pas jalan ehhh gasnya kekencengan, lalu kita perbaiki dengan memelankan gas. wajar kan? itulah belajar. itu analogi yang tepat dengan definisi belajar kayanya :)
belajar itu ga nuntut kita untuk langsung mengerjakannya dengan sempurna. belajar itulah yang membawa kita menuju sempurna.
saya lebih suka mengatakan belajar itu dengan berjuang, sebab ga semua orang merasa bahwa mereka sebenernya sedang belajar.. jadi untuk orang-orang yang sadar bahwa sebenarnya apa yang mereka lakukan saat ini adalah belajar, mereka itulah para pejuang. yang tau bahwa hari kemarin adalah pelajaran dan hari esok adalah harapan.
kata pusfa,1hariitu24jam. kata akrim, bersyukurlah karena satu hari itu ada dua puluh empat jam. lakukan dengan total, dan anggaplah bahwa kita hanya punya DUA PULUH EMPAT JAM untuk mencapai impian itu. hanya 24jam lhoooo…. karena kita ga tau apakah mentari kan terbit esok hari -atau mungkin- apakah kita masih menatap mentari esok hari?
jadi, inilah harimu. hari ini milikmu.
Kau, nak, paling sedikit kau harus bisa berteriak. Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis, suaramu tak kan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari… Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tak menulis, Ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah.
Simple Plan - Crazy
Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Young girls dying to be on TV
They wont stop ‘til they’ve reached their dreams
Diet pills, surgery
Photoshop pictures in magazines
Telling them how they should be
It doesn’t make sense to me
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong
I guess things are not how they used to be
There’s no more normal families
Parents act like enemies
Making kids feel like it’s world war III
No one cares, no one’s there
I guess we’re all just too damn busy
Money’s our first priority
It doesn’t make sense to me
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on?
Tell me what’s going on
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong
Is everybody going crazy?
Is everybody going crazy?
Tell me what’s wrong with society
When everywhere I look I see
Rich guys driving big SUV’s
While kids are starving in the streets
No one cares
No one likes to share
I guess life’s unfair
Is everybody going crazy?
Is anybody gonna save me?
Can anybody tell me what’s going on
Tell me what’s going on
If you open your eyes
You’ll see that something
something is wrong
Is everybody going Crazy?
Can anybody tell me what’s going on
Tell me what’s going on
If you open your eyes
You’ll see that something is wrong
DAYUM, nature! You pretty!
aaaa cantik buanget ubur2nya. subhanallah!
(via allcreatures)
a little kid’s reading a big thing
(Source: subhanallah, via islamic-quotes)